Mengapa Air Laut Asin?

“Mengapa air laut rasanya asin?”

Pertanyaan tersebut pasti sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Bahkan bisa jadi kita sendiripun masih bingung dan bertanya-tanya mengenai hal yang sama. Faktanya meski sudah merupakan sebuah pengetahuan umum bagi semua orang di muka bumi yang kejiwaannya masih stabil bahwa rasa air laut adalah asin, tetapi tidak semua orang mengetahui fakta mengenai penyebab asinnya air laut.

Pertanyaan ini seringkali juga menjadi bahan lelucon bagi sebagian orang. Manakala setiap kali seseorang ditanya: “Mengapa air laut rasanya asin?”, ia akan menjawab demikian: “karena ikan-ikan keringatan lantaran sibuk kabur dari nelayan”. Tentu saja jawaban itu sama sekali tidak benar dan hanya merupakan sebuah lelucon yang tidak perlu dianggap serius.

Lantas apa yang bisa membuat perairan luas yang kita kenal dengan nama laut tersebut bisa terasa asin? Mungkin anda pernah mendengar salah satu jawaban berupa lelucon juga, yaitu: “karena ada yang membuang garam ke laut”. Pernyataan tersebut tidak bisa sepenuhnya dikatakan salah mengingat memang benar unsur garam yang ada di dalam air laut adalah “hasil pembuangan”. Hanya saja hasil pembuangan yang bagaimana, seperti apa dan berapa banyak jumlahnya, penjelasan mengenai prosesnya secara umum, itulah yang akan kita lihat bersama-sama di bawah ini.

“Ada yang membuang garam ke laut”

Fakta bahwa bumi—bebatuan dan daratan—mengandung unsur mineral seperti Na, Ca, Fe, Zn, Cl dan lain sebagainya adalah faktor utama penyebab rasa air laut menjadi asin. Mengapa demikian? Kita tentu masih ingat mengenai siklus air atau siklus hidrologi yang tidak pernah berhenti; dari atmosfer, ke bumi lalu kembali lagi ke atmosfer dan begitu seterusnya. Juga mengenai aliran sungai yang selalu bermuara ke laut. Aliran air yang berasal dari hujan, jatuh dan meresap ke dalam tanah kemudian mengalir ke sungai/danau; membawa zat-zat dan mineral yang terkadung dalam tanah sehingga sesungguhnya bermacam kandungan tersebut juga terdapat pada air sungai dan danau.

Pada tahap selanjutnya sungai kemudian akan mengalir menuju laut dan membawa zat-zat yang berasal dari bumi tadi ke laut dan menumpukkannya di sana. Dari antara zat-zat dan kandungan mineral tersebut, garam terlarut atau NaCl merupakan konsentrasi yang cukup besar diantaranya. Sementara disebutkan bahwa jumlah mineral / garam yang diangkut oleh aliran sungai ke laut (kadar garam di dalam laut di bumi) mencapai 5 x 10 pangkat 16 ton. Sebagai perbandingan Jika garam itu disebarkan di permukaan daratan di dunia ini tebalnya kira-kira 40 gedung bertingkat. Atau sekitar 1,02338 gram per kubik.

Namun demikian tidak semua laut di bumi memiliki kadar keasinan (salinitas) yang sama. Kadar salinitas sebuah perairan tergantung pada panas atau tidaknya iklim daerah tersebut. Mengapa demikian? Dengan suhu rata-rata yang panas dan terik matahari yang cukup menyengat serta didukungnya permukaan air laut yang luas memungkinkan penguapan secara besar-besaran terjadi di laut. Penguapan terjadi pada air (H2O) sementara garam dan mineral lainnya tidak ikut menguap bersama dengannya sehingga tetap tinggal di dalamnya.

peta kadar salinitas laut di seluruh dunia (urutan: biru-biru muda-hijau-kuning-merah)
Rata-rata salinitas Samudera sekitar 3,5%,artinya : Dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 gram garam (terutama, namun tidak seluruhnya garam dapur/NaCl).
Salinitas laut tertinggi terdapat di Laut Merah, sedangkan yang paling tawar adalah di timur Teluk Finlandia dan di utara Teluk Bothnia, keduanya bagian dari Laut Baltik.

 

Namun, kini para ilmuwan telah mengetahui bahwa sungai bukan lah satu-satunya sumber garam terlarut. Terdapat fitur di puncak pegunungan laut yang dikenal sebagai lubang hidrotermal, yang merupakan tempat di dasar laut dimana air laut akan meresap ke dalam batuan kerak samudera, selanjutnya mengalami proses pemanasan, dan melarutkan beberapa mineral dari kerak samudera ke dalam laut. Karena air panas akan lebih mudah dalam melarutkan mineral. Maka lebih banyak mineral yang terlarut untuk memberikan kontribusi pada salinitas air laut.

Proses akhir yang menyediakan garam ke lautan adalah aktivitas vulkanik bawah laut, yaitu letusan gunung berapi bawah laut. Hal ini mirip dengan proses sebelumnya dimana air laut yang bereaksi dengan batuan panas dan melarutkan beberapa unsur mineral. Jadi pada intinya, dimana pun air bersentuhan dengan batuan dari kerak bumi, baik di darat atau di laut atau di dalam kerak samudera, beberapa mineral dalam batuan akan larut dan terbawa air ke laut.

Lalu akankah lautan menjadi lebih asin lagi nantinya? Beberapa temuan menunjukkan bahwa sepertinya lautan tidak akan menjadi lebih asin lagi. Faktanya, air laut telah memiliki kandungan garam yang sama untuk ratusan juta bahkan miliaran tahun ini. Konsentrasi garam pada air laut telah mencapai kondisi yang disebut “steady state”. Jadi, garam terlarut tambahan yang masuk ke laut akan disingkirkan dari air laut dengan cara mengendapkan mineral baru di dasar laut secepat sungai dan proses hidrotermal menyediakan garam baru.

Asin Menurut Sejarah?
Menurut sejarah terbentuknya air laut 4,4 milyar tahun yang lalu (usia air laut), air laut awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100 °C) karena panasnya bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer Bumi dipenuhi oleh karbon dioksida (CO2). Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini.

Mengapa Air Danau dan Sungai Tidak Asin?

Seperti telah disebutkan di atas bahwa sebenarnya perairan seperti danau maupun sungai juga pada dasarnya mengandung garam-garam mineral sama seperti di lautan. Akan tetapi mengapa air di perairan tersebut tidak terasa asin?

  1.  Kadar mineral dan garam yang terkandung di dalam lautan 220 kali lebih banyak daripada di perairan lain di bumi
  2. Permukaan sungai dan danau yang termasuk tidak luas membuat penguapan yang terjadi lebih minim daripada yang terjadi di lautan (ingat hukum penguapan, semakin lebar luas permukaan semakin banyak penguapan yang terjadi) sehingga air yang menguap dengan air yang masuk ke danau masih seimbang dan sumber mineralnya sangat terbatas beda dengan laut yang sumber mineralnya dari berbagai penjuru dunia menjadi satu.]

Laut Mati ini adalah sebuah danau yang membujur di daerah antara Israel, Daerah Otoritas Palestina danYordania.Danau ini disebut dengan Danau Laut Mati karena tingkat kandungan garamnya yang sangat tinggi dari seluruh laut yang ada didunia yaitu mencapai 32 % dibandingkan terhadap kadar garam rata-rata 3% pada Laut Mediteranian.

Great Salt Lake dan Laut Mati

Great Salt Lake dan Laut Mati merupakan perairan yang dikenal dengan julukan ‘danau garam’. Keduanya sekitar 10 kali lebih asin daripada air laut. Lalu mengapa kedua danau ini asin sementara sebagian besar danau di dunia tidak? Danau adalah tempat penyimpanan sementara untuk air. Sungai akan membawa air ke danau, dan sungai lainnya akan membawa air dari danau. Dengan demikian, danau dapat dikatakan hanya merupakan bagian yang luas dalam saluran sungai yang berisi air. Dimana air mengalir di satu ujung dan keluar di ujung yang lain dari danau.

Great Salt Lake, Laut Mati dan danau garam lainnya tidak memiliki saluran keluar. Semua air yang mengalir ke danau ini lolos hanya melalui penguapan. Sementara air menguap, garam-garam terlarut akan tertinggal. Setelah bertahun-tahun air masuk sungai dan menguap, kandungan garam dari air danau akan mencapai tingkat yang sangat tinggi.

 

Source:

http://sdn1dolopo.blogspot.com/2012/09/mengapa-air-laut-terasa-asin.html

http://tanyakenapa.staff.ub.ac.id/2012/01/13/kenapa-air-laut-asin/

http://putraarifprasetyo.blogspot.com/2012/05/kenapa-air-laut-masih-asin-sampai.html#axzz29KO73N2Z

9 thoughts on “Mengapa Air Laut Asin?

  1. Woh asam garam lautan XD
    ane baru tau loh, kirain kenapa gt air laut bisa asin. Infonya keren kakak d^^b
    dari dulu pengen deh renang di laut mati. Kan kagak bakal kelelep XD
    ayo ayo ditunggu artikel lainnya. Apalagi kalo laba-laba ><
    wkwkwk

  2. Akhirnyaaaaa… Ketemu juga alasannya..
    tapi alasan terkuatku tetep “karena para ikan kencing sembarangan” :p
    argumen soal ikan yang keringetan salah tuh, sudah terpatahkan wkwkwk
    Iya soal laut mati au juga pernah denger tuh, katanya emang kadar garam di sana emang tinggi banget, tapi katanya bisa berdiri di atas laut yaaa?

    • soalnya ikan2 kgk punya duit buat masuk toilet umum.. buang air kecil aje serebu.. wkwk..
      err berdiri sih kynya kagak, tp kita bisa mengapung tanpa usaha apapun
      coba cari pic “dead sea” di google, pasti byk nemu gbr org lagi baringan di air sambil baca koran.. ckck… enak amat

  3. Yeaaah, artikelnya keren banget! ^^ Ini salah satu artikel yang kutunggu :3

    O iya buat nambahin alternatif jawaban kalau ditanya “Kenapa air laut asin?” jawabannya adalah “Karena dijilat” Kalau diliatin doang nggak asin kan ._.v

    Wah, soal laut mati, iya tuh pernah liat di tipi. Tapi kalau nggak salah sekarang di Indonesia (apa di Korea ya?) udah ada kolam renang yang mengacu pada laut mati, jadi bisa ngapung gitu tanpa ban renang. Salinitasnya 7x lipat laut biasa, masih kurang 3x lipat ya dari yang asli.

    Woahh, kalau berdasarkan artikel, mungkin nggak sih laut mati itu berarti luaaaaaas banget dan panas, sampe kadar garamnya bisa gede banget gitu? Hmm…

  4. kenapa air laut asin?… kalo dingin, air es #dor
    pembahasannya bagus! yang bikin aku mumet cuma itu tuh unsur2 fisika ama kimianya yang nyelip *derita ips
    laut mati pernah baca artikelnya, orang bisa ngambang(?) saking tingginya kadar garam di laut itu. itu orang doang atau benda lain juga bisa jadi ngambang sih? .__.a

    penasaran… terutama sama fenomena2/ misteri yang terungkap gitu.. kereen.. ayo post lagi! XD

Tell Me What' Ya Tought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s